Galau.
Apa itu galau? Seringkali orang mendefinisikan galau sebagai suatu kondisi di mana pihak yang bersangkutan sedang dalam keadaan yang tidak stabil, tidak jelas, mau melakukan sesuatu saja rasanya malas luar biasa, dan dalam kata lain gue menyimpulkan bahwa kebanyakan orang yang galau adalah orang yang labil.
Labil.
Setiap orang sempat mengalami masa-masa di mana mereka sedang labil-labilnya. Kebanyakan orang bisa menjadi labil karena ada berbagai hal yang berkecamuk di dalam dirinya yang tidak bisa dikeluarkan, dengan bahasa yang lebih mudah dimengerti, orang yang labil butuh orang yang stabil untuk dijadikan tempat curhat.
Gue.
Gue pribadi juga pernah labil dan galau. Efek buruk yang gue rasakan sebagai akibat dari kelabilan dan kegalauan gue adalah gue menjadi orang yang mudah sekali emosi, mudah terpancing amarah, gampang kecewa, tetapi gue sangat bersyukur gue mempunyai teman dekat yang luar biasa yang selalu mengingatkan gue, memperingatkan gue kalau gue sudah keluar jalur dan kembali lagi ke jalur yang seharusnya, dan benar-benar teman yang luar biasa yang selalu mengatakan kepada gue apa yang harus gue dengar, bukan apa yang ingin gue dengar.
Suatu perbincangan bisa saja tiba-tiba menghasilkan sesuatu yang tidak terduga. Seringkali kalo lo sedang bercakap-cakap dengan orang, lo akan secara tiba-tiba mendapat suatu ilham yang entah darimana datangnya yang bisa saja menjadi pemecahan dari semua pertanyaan yang mungkin saja sedang lo coba untuk cari jawabannya. Hal yang sama persis gue dapatkan ketika sedang berbincang dengan teman gue. Gue menemukan salah satu cara untuk menekan emosi gue yang tidak jelas ini: MENYANGKAL KEDAGINGAN GUE!
Silahkan diinterpretasikan sendiri apa artinya menyangkal kedagingan itu.
*agak lumayan ngeselin gak? hihihi*


.jpg)